15 Feb 2020

Bawang dan Gula Langka di Pasaran

images

MAKASSAR, BKM — Beberapa hari terakhir, bawang putih dan gula pasir mengalami kelangkaan di pasaran. Selain itu, harga bawang putih pun melonjak tajam.

Saat ini, harganya sudah mencapai Rp60 ribu per kg dari harga normal Rp32 ribu per kg.

Ditengarai, kenaikan itu akibat ulah para spekulan yang memanfaatkan situasi ditengah kelangkaan bawang putih impor akibat pasokan minim.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kota Makassar, Iksan NS, mengatakan, pihaknya akan turun langsung melakukan pengawasan di pasar.

“Kami bakal memantau dan mengawasi potensi spekulan di tengah harga bawang putih impor melambung akibat pasokan minim. Kondisi ini dikhawatirkan dimanfaatkan oknum spekulan untuk mengeruk keuntungan,” ungkapnya, Senin (10/2) di Balai Kota Makassar.

Jika ada yang ditemukan melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara tajam, pihaknya akan mengambil langkah-langkah sanksi.

Iksan menambahkan, satuan tugas (Satgas) Pangan telah bergerak dengan turun menelusuri penyebab kenaikan harga bawang putih.

Selain pemerintah daerah, satgas pangan melibatkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan seperti polisi dan TNI.

Menurutnya, berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, pasokan bawang putih diperkirakan cukup untuk kebutuhan hingga beberapa pekan mendatang.

Pihaknya mengimbau pedagang tidak berbuat curang, akan diberi sanksi bagi para importir atau distributor yang melakukan penimbunan bawang putih, karena dapat mengganggu stabilitas harga di pasaran.

Selain bawang putih, Dinas Perdagangan Kota Makassar memantau kenaikan harga komoditas gula pasir. Gula pasir putih naik menjadi 14 ribu per kilogram dari semula 12 ribu per kilogram.

Jika harga bawang putih impor naik akibat wabah virus Corona di Tiongkok, Iksan menambahkan kenaikan harga gula pasir dipicu penurunan produksi karena pengaruh musim.

Sementara itu, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb, mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat dengan sejumlah stakeholder terkait untuk membicarakan persoalan tersebut.

Selain itu, dia sudah menginstruksikan dinas perdagangan untuk berhubungan langsung dengan distributor bawang putih di Makassar untuk menyalurkan komoditi tersebut ke pasar-pasar.

Yang juga paling krusial adalah, pihaknya juga sudah meminta distributor untuk masukkan gula pasir ke pasar.

“Dan saat ini ada sekitar 2,5 ton gula pasir yang siap dimasukkan ke pasar,” tandasnya.

Adapun hasil pantauan dari tim pemantau harga di Dinas Perdagangan Sulsel, saat ini harga gula pasir naik cukup signifikan. Olehnya, Pemerintah Provinsi Sulsel pun tengah mengantipasi kondisi ini supaya tidak berdampak ke masyarakat.

Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan langsung menggelar rapat koordinasi antisipasi kenaikan harga gula pasir dan bawang putih, di ruang rapat Kantor Dinas Perdagangan Sulsel, Senin (10/2).

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Hadi Basalamah, mengungkapkan, rapat tersebut bertujuan untuk mencari solusi penanganan stabilisasi, khususnya gula pasir dan bawang putih.

“Ini kan konteks nasional, tapi kita ingin menjadikan Sulsel ini terbaik. Kalau Sulsel stabil, maka aman di daerah lain,” kata Hadi Basalamah.

Lebih lanjut, Hadi Basalamah menjelaskan, untuk penanganan stabilisasi harga di pasaran, akan dilakukan operasi pasar.

“Sebagai penanggung jawab akan dilakukan oleh dinas perindag kota. Sedangkan untuk kabupaten kota, khususnya Bulukumba, Parepare, Palopo dan Bone, akan dibantu fasilitasi,” lanjutnya.

Terkait dengan strategi jangka panjang yang dilakukan dalam mengatasi terbatasnya ketersediaan gula pasir dan bawang putih, Hadi Basalamah mengatakan, telah menjalin kerja sama dengan kementerian dan produsen untuk memprioritaskan importasi.

“Kita berharap ada importir bawang putih yang bisa kita rekomendasikan ada di Sulawesi Selatan, kalau gula kan sudah banyak,” tutup Hadi Basalamah.(rhm-nug)

Sumber: beritakotamakassar.fajar.co.id/berita/2020/02/11/bawang-dan-gula-langka-pasaran/