15 Feb 2020

Pemerintah Diminta Tinjau HET Gula

images

JAKARTA – Asosiasi Gula Indonesia (AGI) meminta pemerintah melakukan peninjauan kembali harga eceran tertinggi (HET) gula.

"Agar dapat mengungkit produksi gula melalui perluasan areal petani tebu yang diharapkan pada harga Rp13.500 perkilogram sehingga harga gula petani dan produsen pada kisaran Rp12.000 perkilogram," kata Direktur Eksekutif AGI Budi Hidayat pada Sugar Outlook 2020 di Jakarta, Rabu (11/2).

Budi juga meminta pemerintah menerapkan sistem pembelian tebu petani (SPT) sebagai alternatif sistem bagi hasil (SBH) yang diintegrasikan dengan kebijakan kuota impor gula. Sehingga, ada jaminan tidak akan merugikan pabrik gula sebagai pembeli tebu.

Ia melanjutkan, integrasi dengan jumlah kuota dan waktu impor akan menentukan stabilitas harga gula, serta distribusi gula berbasis tebu berjalan lancar.

"Demikian juga kebijakan ini harus ada instrumen yang membackup perusahaan gula tidak mengalami kerugian akibat pembelian tebu," katanya.

Tidak hanya itu, pasar gula kristal putih (GKP) dan gula kristal rafinasi (GKR) masih tetap perlu dipisahkan.

"Karena perbedaan selisih biaya bahan baku berbasis tebu dan GKM (gula kristal mentah) sekitar Rp1.500 perkilogram gula dan biaya proses sekitar Rp2.000 perkilogram gula, sehingga tidak dapat dipersaingkan dalam pasar yang sama," ujarnya.

Untuk diketahui, AGI memprediksi Indonesia akan defisit gula konsumsi langsung pada 2020. Hal tersebut diperkirakan akan terjadi jika tidak ada tambahan dari gula impor.

Berdasarkan stok awal, ada sekitar 1,08 juta ton pada 2020, diperkirakan produksi gula hanya sekitar 2,05 juta ton. Sedangkan untuk perkiraan konsumsi gula pada tahun 2020 mencapai 3,16 juta ton.

"Neraca pada akhir tahun 2020 apabila tidak ada impor gula akan mengalami defisit sebesar 29.000 ton," kata Direktur Eksekutif AGI Budi Hidayat pada Sugar Outlook 2020 di Jakarta, Rabu (11/2).

Budi melanjutkan, untuk memenuhi kebutuhan pada 2020 dan persiapan awal 2021 diperlukan impor gula untuk konsumsi langsung sebesar 1,33 juta ton.

Dalam tiga tahun terkahir, rata-rata jumlah produksi gula di Indonesia sebesar 2,1 juta ton pertahun. Sementara itu, rata-rata konsumsinya mencapai 3 juta ton pertahun. (RHEZA ALFIAN)

Sumber: https://www.validnews.id/Pemerintah-Diminta-Tinjau-HET-Gula-tcM