20 Apr 2020

Peran Tiongkok Akan Berkurang dalam Rantai Pasokan Global

images

Relokasi ke negara-negara Asia Tenggara akan terjadi secara bertahap karena infrastruktur negara-negara itu belum sepenuhnya memadai.

Pemilik pabrik kaca, Fuyao Glass America, Cao Dewang, mengatakan peran Tiongkok dalam rantai pasokan global akan menurun setelah pandemi virus Covid-19. Namun demikian, nega­ra-negara maju tetap membutuh­kan perjuangan yang berat untuk membangun kembali manufaktur dalam negeri mereka.

Cao yang fasilitas pabriknya sempat muncul dalam film doku­menter pemenang Oscar, Ameri­can Factory, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Beijing News bahwa Tiongkok harus bersiap-siap menghadapi peruba­han sistem industri global.

“Setelah epidemi, rantai industri global akan mengurangi ketergan­tungannya pada Tiongkok. Tiong­kok harus tetap waspada terhadap tren perusahaan multinasional yang memindahkan pusat produksi atau ke negara pihak ketiga,” kata pengusaha berusia 74 tahun itu.

Pernyataannya itu disampaikan ketika negara-negara ekonomi utama mulai mengevaluasi kembali kapasitas produksi mereka, setelah wabah yang sangat mengganggu rantai pasokan global dan meningkatkan kekhawatiran atas situasi perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Peringatan taipan itu juga datang ketika AS mengeluarkan ga­gasan untuk mendanai perusahaan Amerika dalam memindahkan pabrik mereka ke AS. Sementara itu, Jepang telah menganggarkan dana untuk membantu perusahaan mereka pindah dari Tiongkok.

Namun, pengusaha itu mengatakan perlu perjuangan keras bagi AS dan negara-negara Eropa untuk membangun kembali manu­faktur mereka setelah mengurangi produksi selama beberapa dekade.

“Industri dari beberapa negara hampir menghilang, jika mereka ingin membangun kembali manu­faktur dan sistem industri indepen­den, itu akan sangat sulit,” kata Cao, yang membangun konglomerasinya dari nol.

Dia menambahkan, investasi juga akan butuh perjuangan dan tidak akan cukup pekerja dengan gaji terjangkau untuk mendukung perusahaan manufaktur kaya.

Di Jepang, Korea Selatan, Eropa, atau Amerika Serikat, generasi muda enggan untuk berinvestasi di bidang manufaktur. Mereka lebih suka berinvestasi di bisnis internet dan keuangan. “Biaya tenaga kerja di AS jauh lebih tinggi daripada di Tiongkok, dan serikat pekerja Amerika menjadi penghambat,” katanya.

Film dokumenter American Factory mengisahkan Cao yang bersengketa dengan para pekerja yang mencoba untuk mendiri­kan serikat buruh di pabriknya di Ohio. Sedangkan Tiongkok tidak mengizinkan serikat pekerja inde­penden dan semua harus berafiliasi dengan Federasi Serikat Buruh Seluruh Tiongkok, yang pada gili­rannya harus patuh dengan Partai Komunis yang berkuasa.

Sementara itu, perang perdagangan AS-Tiongkok telah mendorong sejumlah perusahaan multinasional untuk mulai mencari basis manufaktur di luar Tiong­kok, Cao mengatakan relokasi ke negara-negara Asia Tenggara akan terjadi secara bertahap karena in­frastruktur negara-negara itu belum sepenuhnya memadai.

“Dalam jangka pendek, sulit untuk menemukan ekonomi untuk menggantikan Tiongkok dalam rantai industri global,” katanya.

Tiongkok telah menjadi penerima manfaat utama globalisasi dalam beberapa dekade terakhir, terutama sejak masuknya negara itu ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001, dan se­lanjutnya beralih menjadi eksportir utama dan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Namun, perang dagang dan pan­demi telah membayangi peran neg­ara itu di masa depan dalam rantai nilai global. Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok pada hari Selasa mengatakan ekspor telah tu­run 13,3 persen untuk tahun ke tahun pada menegaskan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi khususnya.

Pengamat dari Brookings Insti­tution, David Dollar, mengatakan bahwa pandemi telah menjeru­muskan AS dan Tiongkok semakin dalam ke hubungan ekonomi terburuk keduanya dalam 40 tahun terakhir.

“Krisis ini lebih cenderung mempercepat decoupling (keterlepasan) daripada mengarah pada kerja sama yang lebih baik,” katanya kepada lembaga think tank Pusat Tiongkok dan Globalisasi, pekan lalu. n SCMP/SB/P-4

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/peran-tiongkok-akan-berkurang-dalam-rantai-pasokan-global/