21 Apr 2020

Produktif di Tengah Pandemi Covid-19

images

Agustian Deny Ardiansyah

Guru SMPN 2 Lepar Pongok, Bangka Selatan, Babel

Sudah lupa, dari tanggal berapa mulai libur kemarin. Pokoknya ditambah lagi, itupun bila tidak ada revisi. Mengingat ketidakpastian kapan Covid-19 dapat diredam, lebih cepat lebih baik. Semoga juga secepatnya, sehingga semua kembali normal seperti sedia kala, normal seperti Wuhan, Tiongkok, China, walaupun ketidakpastian juga masih sering muncul disana.

Pastinya hari-hari ke depan masih sangat berat, masih penuh dengan ketidakpastian karena kita selalu dihadapkan pada “pilihan sulit”. Pilihan harus bagaimana dan seperti apa menghadapi Covid-19 ini, yang sangat halus itu, yang mata biasa tidak bisa melihatnya. Intinya, kita masih harus terus di rumah dan harus terus optimis.

Harus terus mematuhi anjuran, harus terus pakai masker serta memahami kesehatan kita bila memang harus mendesak untuk keluar, menjaga jarak selalu penting dan selalu hindari kerumunan. Itu yang harus selalu kita ingatkan pada diri kita masing-masing selain selalu berdoa agar badai Covid-19 ini cepat berlalu.

Berlalu cepatlah berlalu, biar orang tua kita bisa kembali berdagang, ke sekolah, ke kantor, atau pekerjaan lainnya dan anak-anak juga bisa kembali ke sekolah untuk menimba ilmu dari para maestro pendidikan. Tak kalah penting bisa bertemu keluarga yang jauh dan bertukar cerita tentang apapun yang bisa kita ceritakan.

Rumah memang surga, namun jika terus di rumah tanpa kegiatan yang produktif kita bisa apa, bagaimana dengan pekerja yang menyandarkan hidupnya pada pekerjaan harian? Oleh karena itu, walau di rumah kita harus produktif. Jangan sia-siakan waktu melawan Covid-19 ini dengan bermalas-malasan, lakukan yang terbaik.

Banyak organisasi masyarakat yang saling bahu membahu dalam melawan Covid-19 ketimbang hanya diam. Melalui pesan whatsapp organisasi itu menghimpun dana yang kemudian diwujudkan dalam bentuk hand sanitaizer, masker, sembako, atau APD dan kemudian dibagikan pada yang terdampak serta sedang berjuang melawan Covid-19.

Itulah Indonesia, itulah gotong-royong, itulah sila ke-3 dalam Pancasila. Selalu ada ketika yang lain dalam kesulitan, selalu ada dalam kondisi apapun, untuk terus bersama-sama melawan musuh yang sama. Gelombang produktivitas itulah yang diharapkan terus ada di tengah badai Covid-19.

Setidaknya produktivitas itu juga wujud di rumah kita. Setidaknya halaman depan dan belakang rumah kita telah termanfaatkan, kebun kita juga telah bersih sehingga siap ditanami ketika atau setelah badai Covid-19 berlalu.

Kemarin juga ada yang alih profesi menjadi penjahit masker di tengah badai Covid-19, yang maskernya bisa dipesan lewat pesan singkat dan diantar bila dalam jumlah banyak. Ada juga yang membuat hand sanitaizer dengan bekerjasama melalui perusahaan tertentu untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Membuat grup ibu-ibu disekitaran rumah dan teman sejawat kemudian jualan pulsa HP dan PLN, pembayaran bisa di trasfer tanpa bertatap wajah bila iya maka pembeli yang datang ke rumah. Pedagang makanan dan kue juga seperti itu, merubah pola pembeli datang menjadi di antar.

Pokoknya harus produktif, membuat persemaian bibit cabai, kangkung, atau buah tahunan juga produktif. Memanen dan menjemur padi juga produktif, mengerjakan tugas guru secara daring juga produktif. Berkebun dan bertani juga produktif, toh kita tau siapa yang kita ajak serta bagaimana kondisinya, setidaknya tidak demam, batuk, pilek, tidak berkerumun, tidak memiliki riwayat dari luar daerah, dan jaga jarak.

Membuat konten pendidikan juga produktif. Buat konten youtube dan menulis juga produktif, kalo sempat buka saja konten youtube saya dengan keyword “mainan super keren”, yang penulis buat ketika badai Covid-19 menerjang yang baru 85 suscriber. Bisnis online juga produktif, membuat kerajinan dari barang bekas atau lainnya yang bernilai manfaat dan jual juga produktif.

Belajar bisnis online secara daring dan mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk juga produktif. Pokoknya tidak boleh diam, harus produktif di tengah Covid-19, terlebih di era demam kartu pra kerja seperti sekarang ini. Harus produktif. (***).

Sumber: web.oppobaca.news/48110375