30 Sep 2020

70 Tahun LPP Berkontribusi Memajukan Indonesia: Menuju Ketahanan Pangan dan Energi

images

Yogyakarta, 29 September 2020 – PT LPP Agro Nusantara sebagai bagian dari keluarga besar Holding Perkebunan Nusantara mengadakan mega-seminar yang menghadirkan para pembicara berpengaruh di bidangnya sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan 70 tahun LPP berkontribusi memajukan Indonesia. Acara Webinar mengambil tema Ketahanan Pangan dan Energi sebagai momentum untuk mengevaluasi kesiapan BUMN dan Swasta dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Acara Webinar “Menuju Indonesia Emas 2045: Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Energi” berlangsung pada 29 September 2020 dengan menghadirkan Ignasius Jonan sebagai pembicara utama dan Direktur Utama Holding Perkebunan, Mohammad Abdul Ghani sebagai keynote speaker.

Direktur Utama Holding Perkebunan, Mohammad Abdul Ghani dalam keynotenya, mengawali pemaparan dengan membahas mengenai ketergantungan terhadap impor gula yang menjadi landasan penyusunan Roadmap gula untuk mendukung ketahanan pangan pada komoditas gula dan kestabilan harga gula ke konsumen. Selain itu potensi pembangunan kemandirian energi yang paling cocok di Indonesia adalah berbasis biofuel dari CPO. Tantangan dalam penerapan biofuel untuk saat ini adalah produktivitas, teknologi dan harga ekonomi. Sehingga diharapkan akan adanya kebijakan fiscal yang berpihak pada biofuel untuk menumbuhkan ekosistem biofuel, yang dapat berdampak mengurangi jumlah impor bahan bakar fosil dengan digantikan dengan biofuel.

Sementara itu, Ignasius Jonan membuka sesi seminar dengan membandingkan pergeseran tren 10 besar perusahaan terbesar di dunia yang didominasi oleh perusahaan minyak dan gas di tahun 2008, dan bergeser ke perusahaan teknologi di tahun 2018. Dalam pemaparannya, Ignasius Jonan menjelaskan bahwa dunia akan terus berubah dan akan ada 4 bisnis yang akan menjadi bisnis masa depan. Bisnis tersebut meliputi online business, renewable energy, kendaraan listrik dan bisnis lingkungan hidup. PTPN group memiliki potensi kesempatan pada renewable energy dan bisnis lingkungan hidup.

Ignasius Jonan selanjutnya memaparkan mengenai pentingnya ketahanan pangan terutama berkaitan dengan ketersediaan pangan, akses, dan stabilitas. Sedangkan Ketahanan Energi memiliki posisi vital karena berkaitan dengan ketahanan nasional dan ketahanan ekonomi. Indonesia memiliki potensi dalam ketahanan energi terutama energi terbarukan mencakup bioetanol, dan biodiesel yang merupakan produk turunan dari tebu dan kelapa sawit yang dapat menjadi energi masa depan Indonesia. PTPN memiliki kesempatan untuk mengembangkan biodiesel, baik berperan sebagai pemasok bahan baku, atau mengembangkan sendiri dan menjual produk langsung ke hilir.

Acara mega-seminar ini diharapkan dapat menjadi pematik Visi Indonesia Emas 2045 menuju ketahanan pangan dan energi, sekaligus mengevaluasi kembali sejauh mana posisi Indonesia saat ini serta roadmap dan strategi dalam mewujudkan visi tersebut.