29 Jan 2021

Masih dalam Tahap Kajian, Kerja Sama Pertamina dan PTPN III Diproyeksikan Untuk Pasok CPO Kilang Plaju

images

BUMNINC.COM | Rencana menigkatkan produksi biodiesel, makin dimasifkan. Melalui PT Perkebunan Nusantara III (PTPN) bersama Pertamina masih melakukan kajian terkait rencana program biodiesel tersebut.

Corporate Secretary Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Imelda Alini mengatakan, saat ini penyusunan studi kelayakan masih dilakukan.

“Perkembangan kerjasama dengan Pertamina untuk program biodiesel sampai saat ini masih dalam penyusunan studi kelayakan bisnis oleh Pertamina,” terang Imelda kepada Kontan.co.id, Senin (25/1/2021).

Imelda melanjutkan, rencana kebutuhan crude palm oil (CPO) untuk program ini mencapai 1 juta ton per tahun. Nantinya PTPN III bakal memasok kebutuhan CPO untuk Kilang Plaju, milik PT Pertamina.

Imelda melanjutkan, kendati pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program biodiesel tahun ini masih akan berfokus ke B30, volume pasokan tak akan terganggu.

Ia menjelaskan, kebutuhan pasokan yang sebesar 1 juta ton per tahun masih bisa terpenuhi mengingat produksi CPO Indonesia saat ini sekitar 45 juta ton.

Imelda belum mau merinci perihal timeline dan nilai investasi dari kerjasama bersama Pertamina ini. “Kami masih kajian dan mencari bentukan kerjasama yang paling pas, dan setelah itu secara paralel memohon approval dari Kementerian BUMN,” jelas Imelda.

Sementara, VP Strategic Planning Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Prayitno mengungkapkan pengembangan biofuel oleh Pertamina akan dilakukan melalui dua program.

“Pertama, biorefinery Cilacap, memanfaatkan kilang yang sudah ada dan rencanakan modifikasi sehingga bisa mengolah CPO. Kemudian Plaju akan bangun baru green refinery,” jelas Prayitno dalam diskusi virtual, Kamis (21/1/2021).

Prayitno melanjutkan, pengolahan CPO di Kilang Plaju ditargetkan mencapai 20.000 CPO. Merujuk data Pertamina, saat ini Kilang Plaju saat ini tengah dalam fase merampungkan pre-feasibility study. Proyek ini diharapkan rampung pada kuartal I 2023 mendatang.

Selain itu, untuk Biorefinery Cilacap fase I diharapkan bisa onstream pada tahun ini. Lalu fase II akan onstream pada 2022 mendatang.

Ia mengungkapkan bahwa, akhir tahun 2021 diharapkan sudah bisa mengolah Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) yang merupakan turunan CPO yang sudah dilakukan treatment untuk kualitas yang lebih baik.

Kemudian akhir tahun 2022 direncanakan, perusahaan sudah bisa mengolah CPO.

Sumber: https://bumninc.com/masih-dalam-tahap-kajian-kerjasama-pertamina-dan-ptpn-iii-diproyeksikan-untuk-pa