10 Okt 2020

PTPN V Budi Daya 1,5 Juta Bibit Sawit Unggul Percepat Peremajaan

images

Bisnis.com, PEKANBARU – PT Perkebunan Nusantara V budidayakan hingga 1,5 juta bibit kelapa sawit unggul. Selain mempercepat program Peremajaan Sawit Rakyat, hal ini menjadi potensi bisnis baru bagi perusahaan perkebunan pelat merah tersebut.

Direktur Utama PTPN V Jatmiko K Santosa mengatakan budidaya bibit kepala sawit hingga 1,5 juta merupakan sebagai salah satu bentuk dukungan nyata perusahaan bagi percepatan program PSR dan diversifikasi bisnis perusahaan.

Penyediaan bibit ini berkat Kerja Sama Operasional (KSO) antara PTPN V dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan di Kota Dumai. Proyek KSO Dumai adalah satu dari tujuh pusat pengembangan budidaya bibit unggul perusahaan di Provinsi Riau, dengan luas total 160 hektare serta mampu menghasilkan 1.557.319 bibit yang peruntukannya terbuka untuk umum.

Dia menjelaskan bibit unggul varietas DxP 540 dan DxP SMB yang dikelola PTPN V dengan melibatkan tenaga profesional tersebut memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya potensi produktivitas yang relatif tinggi.

Bibit unggul ini jika ditanam di lahan marjinal, dengan pemeliharaan yang baik, rata-rata produktivitasnya mencapai 25 ton per hektare/tahun. Sementara jika dibudidayakan di lahan dengan kategori sangat sesuai, rerata produktivitas sawitnya mencapai 29 ton per hektare/tahun.

Bahkan saat ini, Tanaman Menghasilkan Tahun ketiga (TM III) milik kebun plasma perusahaan, produktifitas rata-ratanya telah mencapai 26 ton TBS per hektare/tahun.

"Itu jauh di atas standar produktifitas sawit berdasarkan usia yang ditetapkan oleh PPKS, atau sering disebut standar nasional, yakni sebesar 19 ton TBS/Ha/tahun", tukasnya.

Sebagai jaminan, Jatmiko menyampaikan bibit tersebut juga telah dilengkapi sertifikat dari penyedia benih PPKS dan UPT Pembenihan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Riau. Meski begitu, ia memastikan jika harga yang dilepas ke para petani juga lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasaran.

Tak hanya menjual bibit, perusahaan pun menyediakan program pendampingan pemeliharaan bibit sawit kepada petani sehingga hasil tanaman yang diremajakan memberikan hasil produktivitas yang maksimal kemudian hari.

"Harapannya, dengan penyediaan bibit ini, kita dapat membantu kebutuhan masyarakat akan bibit sawit yang berkualitas baik, mendorong percepatan PSR, demi mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional," lanjut dia.

Pada 2021, pihaknya menargetkan melepas sedikitnya 911.094 bibit kepada para petani mitra dengan potensi nilai penjualan mencapai Rp37 miliar. PTPN V menilai bisnis pembibitan sawit unggul memiliki prospek yang cerah, mengingat ke depannya sekitar 9.000 hektare perkebunan sawit milik mitra perusahaan akan diremajakan. Potensi bisnis ini juga bisa merambah ke provinsi tetangga Jambi untuk memenuhi permintaan program PSR.

PTPN V saat ini berusaha mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan terus meningkatkan produksi tandan buah segar atau TBS sawit hingga mencapai rata-rata sebesar 24,24 ton per hektare pada 2020.

Jatmiko mengaku optimistis bahwa hingga akhir tahun, selain mampu menjaga tingkat produksi sebesar 24,24 ton per hektare, pendapatan perusahaan juga diprediksi bisa mencapai Rp4,8 triliun atau tumbuh 16,25 persen dari pendapatan tahun lalu.

Target pendapatan sebesar itu tidak seluruhnya bersumber dari kebun milik PTPN V sendiri. Karena, sekitar 40 persen dikontribusikan dari kebun sawit milik rakyat, baik yang menjadi mitra plasma PTPN V maupun petani swadaya.

“Sinergi itu sejalan dengan visi perusahaan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian melalui pemberdayaan potensi masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat diantaranya mitra petani binaan dapat lebih meningkat," tutup Jatmiko.

Sumber: https://sumatra.bisnis.com/read/20201006/534/1301234/ptpn-v-budi-daya-15-juta-bibit-sawit-unggul-per