Berita & Artikel

PT LPP Agro Nusantara Gelar Sosialisasi ERIN dan Manajemen Risiko untuk Maksimalkan Indikator Kerja 2026

Yogyakarta, 19 Januari 2026 – PT LPP Agro Nusantara mengadakan acara “ERIN Engagement, Sosialisasi Risk Awareness, Risk Culture dan Penyusunan Risk Register LPP Agro Nusantara 2026” pada hari ini, Senin (19/1), mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Transformasi Gedung Kampus Lantai 2 PT LPP Agro Nusantara.

Acara yang diikuti oleh seluruh Kepala Divisi dan Person In Charge (PIC) dari berbagai unit kerja ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan manajemen risiko yang efektif dalam mendukung pencapaian indikator kerja perusahaan.

Dalam sambutannya, Sosiawan Hary Kristanto selaku SEVP Business Support PT LPP Agro Nusantara menekankan pentingnya manajemen risiko dan mitigasi risiko yang selaras dengan pencapaian nilai indikator kerja yang baik. “Kami berharap dari acara pada hari ini, kita semua bisa benar-benar memahami bagaimana melakukan manajemen risiko dan mitigasi risiko, serta memaksimalkan penggunaan ERIN,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait manajemen risiko oleh Teguh Widodo, selaku Kepala Bagian Transformasi dan Sistem, yang memberikan pemahaman komprehensif tentang konsep dan praktik pengelolaan risiko di lingkungan perusahaan. Dalam paparannya, Pak Teguh menjelaskan konsep Three Lines Model, sebuah kerangka tata kelola yang menjelaskan pembagian peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan risiko dan pengendalian organisasi agar tetap tumbuh secara independen. Model ini terdiri dari tiga lini pertahanan (three lines of defence):

Lini Pertama – Risk Owner, dengan peran utama mengelola risiko secara langsung dalam operasional dan pengembangan sehari-hari (daily risk management, operations and development).

Lini Kedua – Fungsi Manajemen Risiko, yang berperan dalam mengawasi, memfasilitasi, dan melaporkan (monitoring and reporting) pengelolaan risiko di seluruh organisasi.

Lini Ketiga – Satuan Pengawasan Internal, dengan peran utama Internal Audit sebagai unit audit internal (3rd internal audit) yang memberikan assurance independen terhadap efektivitas tata kelola dan pengendalian risiko.

Beliau menekankan bahwa Three Lines Model ini penting untuk memastikan setiap unit kerja memahami peran dan tanggung jawabnya dalam ekosistem manajemen risiko perusahaan.

Salah satu highlight acara adalah sesi ERIN Engagement, di mana peserta diperkenalkan secara mendalam dengan ERIN (Enterprise Risk Information Nusantara), software Enterprise Risk Management (ERM) internal yang digunakan oleh PTPN. Software ini dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memitigasi risiko secara terintegrasi dan terstruktur.

Pada sesi terakhir, para PIC dari setiap divisi melakukan pengisian data pada sistem ERIN dan menyusun Risk Register masing-masing divisi untuk periode 2026. Risk Register ini akan menjadi panduan strategis dalam mengidentifikasi potensi risiko dan langkah-langkah mitigasinya di setiap unit kerja.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PT LPP Agro Nusantara dalam memperkuat budaya sadar risiko (risk culture) dan tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus memastikan seluruh jajaran organisasi siap menghadapi tantangan bisnis di tahun 2026 dengan persiapan yang matang.

Share:

Facebook
LinkedIn

Table of Contents