
Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Petugas Penilai Usaha Perkebunan tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 13 hingga 18 Juli 2026. Pelatihan bertempat di Convention Hall lantai 2, LPP Agro Nusantara Yogyakarta.
Kerja Sama Kementan dan LPP Yogyakarta
Pemerintah terus berupaya mewujudkan perkebunan yang tangguh dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian menetapkan Permentan Nomor 7 Tahun 2009 tentang pedoman penilaian usaha perkebunan. Selain itu, Permentan Nomor 36 Tahun 2009 mengatur persyaratan penilai usaha perkebunan secara resmi. Melalui regulasi tersebut, pemerintah membekali calon penilai dengan pelatihan tersertifikasi. Kegiatan ini didanai melalui APBN, APBD, mitra, serta dinas terkait.
Peserta dari Seluruh Penjuru Nusantara
Pelatihan ini diikuti oleh 45 peserta perwakilan dinas perkebunan provinsi dan kabupaten. Para peserta berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Medan hingga Papua. Oni Apriyanto selaku pimpinan pelatihan menjelaskan bahwa program ini menyasar calon penilai sekaligus pembina usaha perkebunan daerah. Dengan demikian, peserta dapat saling berbagi pengalaman dan permasalahan di daerah masing-masing. Kegiatan ini pun menjadi ajang pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas jejaring antarwilayah.
Materi, Metode, dan Narasumber Pelatihan
Pelatihan menggunakan metode ceramah, simulasi, review, games, dan diskusi interaktif. Sejumlah narasumber kompeten turut mengisi materi selama enam hari pelatihan berlangsung. Narasumber tersebut antara lain Direktur Jenderal Perkebunan, Sekretaris Ditjenbun, dan Direktorat PPHP Bun. Selain itu, Kementerian LHK, Kementerian ATR/BPN/STPN, SME LPP Agro Nusantara, serta praktisi hukum turut berkontribusi. Pada akhir pelatihan, peserta mengikuti ujian sebagai syarat kelulusan. Peserta yang lulus menerima dua sertifikat resmi dari Direktorat Jenderal Perkebunan dan LPP. Sertifikat tersebut kemudian menjadi dasar penerbitan SIM penilai usaha perkebunan dari Ditjenbun. Fasilitator Bapak Oni Apriyanto dan Bapak Lugito (SME LPP Agro Nusantara) memandu jalannya seluruh rangkaian pelatihan ini.
Acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat. Selanjutnya, Oni Apriyanto menyampaikan laporan persiapan pelatihan kepada seluruh hadirin. Direktur PT LPP Agro Nusantara, Bapak Pranoto Hadi Raharjo, turut hadir secara online PLT Direktur Jenderal Perkebunan, Bapak Heru Tri Indarto, membuka pelatihan secara resmi. Rangkaian acara ditutup dengan penyematan tanda peserta, doa, dan foto bersama.
Harapan dan Tujuan Pelatihan
Bapak Pranoto Hadi Raharjo menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan. Ia berharap Pelatihan Petugas Penilai Usaha Perkebunan berjalan profesional dan berkelanjutan ke depannya. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menekankan angka, tetapi juga nilai yang diberikan kepada perkebunan. Dengan begitu, peserta dapat menjadi mitra strategis bagi kemajuan sektor perkebunan nasional.
Secara umum, pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman proses bisnis usaha perkebunan secara menyeluruh. Selain itu, program ini meningkatkan kompetensi serta profesionalisme para penilai usaha perkebunan. Pelatihan juga membentuk sikap mental positif bagi calon penilai di lapangan.Direktur LPP Agro Nusantara berharap peserta memanfaatkan kesempatan istimewa ini sebaik mungkin selama berada di Yogyakarta.


