Yogyakarta, 14 Januari 2026 — PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group menggelar Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Roadmap TJSL PTPN Group 2026–2030 pada 14–15 Januari 2026 di LPP Garden Hotel, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi langkah strategis PTPN Group untuk memastikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tidak berhenti di aktivitas seremonial, namun benar-benar terencana, terukur, dan berdampak—selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
Workshop ini dirancang sebagai forum kolaboratif lintas entitas untuk menyatukan arah, menyusun prioritas, serta membangun standar kerja TJSL yang bisa diukur secara serius—mulai dari target, indikator, sampai akuntabilitas program.
Dari “CSR biasa” menjadi mesin Creating Shared Value
Berangkat dari kebutuhan bisnis berkelanjutan, PTPN Group mendorong pendekatan TJSL yang lebih tajam: bukan sekadar “memberi”, tetapi menciptakan nilai bersama (Creating Shared Value/CSV). Dalam sesi pendalaman, peserta memperkuat fondasi penyusunan roadmap dengan kerangka SDGs, ESG, CID & Non-CID, CSV, hingga ISO 26000 sebagai rujukan utama.
Dengan struktur ini, roadmap TJSL 2026–2030 diharapkan menjadi “peta jalan operasional”—bukan dokumen pajangan—yang mampu mengarahkan program dari hulu ke hilir secara konsisten.
Dua hari, satu tujuan: menyatukan standar TJSL PTPN Group
Hari pertama diawali dengan arahan strategis dari pimpinan dan pemangku kepentingan, dilanjutkan dengan sesi berbagi praktik baik serta pemaparan TJSL dari beberapa entitas. Hari kedua difokuskan pada FGD penyusunan roadmap hingga pleno program TJSL PTPN Group 2026–2030, untuk mengunci prioritas, arah, dan rencana tindak lanjut.
Workshop ini menghadirkan perwakilan dari berbagai entitas PTPN Group termasuk PTPN I, PTPN IV, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), serta anak perusahaan lainnya guna memastikan roadmap disusun secara inklusif, realistis, dan dapat dieksekusi bersama.
Roadmap TJSL yang relevan dengan bisnis, kuat di dampak
Melalui proses penyusunan roadmap ini, PTPN Group menegaskan bahwa TJSL adalah bagian dari strategi perusahaan—bukan kegiatan tambahan. Roadmap yang dirancang untuk periode 2026–2030 akan menjadi acuan bagi implementasi program yang:
• punya indikator dampak sosial dan lingkungan yang jelas,
• terintegrasi dengan kebutuhan bisnis berkelanjutan,
• selaras dengan standar ESG,
• dan mendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel.