Berita & Artikel

Syawalan 1446 H PT LPP Agro Nusantara: Memaafkan dan Melangkah Maju Bersama

Foto : Sambutan dari Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Rahardjo

Yogyakarta – PT LPP Agro Nusantara menggelar Syawalan Keluarga Besar 1446 H pada Selasa, 31 Maret 2026. Acara berlangsung di Auditorium PT LPP Agro Nusantara, Yogyakarta.

Mengusung tema “From Forgiveness to Moving Forward: Building Synergy, Driving Excellence”, acara ini menjadi kegiatan perdana pasca libur Idulfitri. Seluruh insan LPPAN pun kembali berkumpul untuk memulai langkah baru bersama.

Hadir dalam acara tersebut Dewan Komisaris dan Direktur PT LPP Agro Nusantara beserta istri, jajaran SEVP Business Support dan SEVP Operation, para purnabakti dan senior LPP, serta perwakilan dari berbagai unit dan mitra seperti Politeknik LPP Yogyakarta, IKBI, P3RI, Dapenbun, Koperasi Vishva Mitra, hingga tamu undangan dari PT PGN, PT DMS Berijalan, dan PT Balancia Sukses Mendunia.

Pesan Direktur: Turunkan Ego, Raih Tujuan Bersama

Dalam sambutannya, Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Rahardjo, mengajak seluruh keluarga besar LPPAN untuk memaknai lebih dalam esensi dari saling memaafkan. Menurutnya, inti dari tradisi maaf-memaafkan bukan sekadar formalitas, melainkan tentang keberanian untuk menurunkan ego diri — baik dalam kehidupan pribadi maupun di lingkungan kerja.

“Dalam kegiatan sehari-hari, pasti di antara kita ada yang saling bergesekan. Dengan adanya bulan Ramadan, kita bisa saling belajar menurunkan ego masing-masing demi mencapai tujuan perusahaan bersama,” ujar Pranoto Hadi Rahardjo.

Tausiah Ustadz Ransi Al Indragiri

Ustadz Ransi Al Indragiri membawakan Ceramah Syawalan sebagai puncak acara. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk tidak sekadar menjadikan maaf-memaafkan sebagai ritual tahunan yang berhenti di permukaan.

Menurut Ustadz Ransi, memaafkan sejati adalah perjuangan batin. Oleh karena itu, seseorang harus mengerahkan ketulusan dan keberanian untuk menaklukkan ego. Memang prosesnya tidak mudah, namun justru di situlah letak kemuliaannya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa Idulfitri bukan hanya perayaan kemenangan atas lapar dan dahaga, melainkan kemenangan atas diri sendiri. Ketika seseorang mampu melepaskan rasa sakit hati dan memilih untuk memaafkan dengan lapang, saat itulah ia benar-benar meraih fitrah yang sesungguhnya.

Dengan demikian, pesan ini pun relevan dalam konteks kehidupan organisasi — sinergi yang kuat hanya bisa terbangun di atas fondasi hati yang bersih dan hubungan antarsesama yang tulus.

Rangkaian Acara Syawalan LPPAN

Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan khidmat dan meriah, mulai dari pembukaan, Kalam Ilahi, sambutan Komisaris, sambutan Direktur, hingga Ikrar Syawalan yang berlangsung penuh makna. Bahkan suasana semakin hidup saat sesi kuis berhadiah digelar.

Peserta berebut menjawab dengan antusias, menghadirkan tawa dan semangat di tengah kebersamaan. Selain itu, Giry Pulang Sekolah Entertainment turut memeriahkan jalannya acara dengan penampilan musik yang mengalun hangat, menemani seluruh peserta hingga sesi penutup.

Tepat pukul 11.00 WIB, seluruh peserta menutup acara dengan momen yang paling ditunggu — sesi jabat tangan bersama. Satu per satu, mereka saling mengulurkan tangan, menebar senyum, dan mengucapkan kata maaf dengan tulus. Sederhana, namun penuh makna. Akhirnya, momen itu menyimbolkan secara nyata tema yang mereka usung bersama: memaafkan, lalu melangkah maju bersama.

Lebih dari sekadar silaturahmi tahunan, Syawalan kali ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran LPPAN untuk memperbarui komitmen bersama. Dengan begitu, membangun sinergi yang solid dan mendorong keunggulan dalam setiap langkah kerja ke depan.

Baca Juga : PLDP II Angkatan 35: Intermediate Plantation Management Skill

Share:

Facebook
LinkedIn

Table of Contents