
LPP Ditugasi Holding Perkebunan sebagai LNA, Learning Need Analysis
Yogyakarta, 3 Juni 2026. LPP Agro Nusantara resmi menyelenggarakan Pelatihan Land Conflict Management Batch I selama 2 hari pada tanggal 3 & 4 Juni 2026 di Ruang Visionary Gedung Kampus LPP Yogyakarta . Pelatihan ini dirancang khusus untuk para manajer yang mengelola kebun kelapa sawit di lapangan.
Metode Pembelajaran Terstruktur dan Komprehensif
Selain itu, program ini menggabungkan tiga tahapan pembelajaran yang saling melengkapi.Pertama, peserta mengikuti pre-learning berupa pre-test untuk mengukur pemahaman awal.Kemudian, sesi inclass mencakup lecturing, studi kasus, diskusi kelompok, dan presentasi.Terakhir, evaluasi dilakukan post-test melalui Agro Now dan evaluasi program pelatihan.
Narasumber Ahli dari Akademisi dan Praktisi Hukum
Program berlangsung selama dua hari dengan narasumber yang berpengalaman di bidangnya.Hari pertama, Dosen STPN Bapak Sarjita menyampaikan materi legalitas bisnis perkebunan kelapa sawit. Materi tersebut mencakup regulasi agraria, kehutanan, tata ruang, dan perizinan lahan perkebunan.Selanjutnya, hari kedua menghadirkan advokat berpengalaman untuk penanganan sengketa dan legalisasi lahan.
Tujuan: Kepastian Hukum dan Keberlanjutan Bisnis Perkebunan
Dengan demikian, peserta mampu memahami aspek legalitas lahan sebagai dasar bisnis perkebunan. Mereka juga belajar mengidentifikasi potensi konflik beserta risiko hukum, sosial, dan operasional. Oleh karena itu, peserta menyusun strategi mitigasi konflik berbasis risiko secara terstruktur.Pada akhirnya, pelatihan ini memperkuat legalitas aset perusahaan demi keberlanjutan bisnis jangka panjang.

