
Yogyakarta, 4 Agustus 2026. PT LPP Agro Nusantara sebagai Learning Partner PT Perkebunan Nusantara Group dipercayakan untuk menyelenggarakan Pelatihan ” Integrated Procurement Planning: Strategi Perencanaan Kebutuhan Tahunan” yang di selenggarakan pada hari ini 4 hingga 5 Agustus 2026 tepatnya di Ruang Transformasi Lantai 2 Gedung Kampus PT LPP Agro Nusantara Yogyakarta dan diikuti oleh 13 peserta dari PT Perkebunan Nusantara IV.
Perencanaan pengadaan merupakan fondasi keberhasilan operasional perusahaan dimana kebutuhan pengadaan harus terintegrasi dengan perencanaan operasional dan pemeliharaan aset sehingga penerapan tata kelola perusahaan menuntut proses perencanaan pengadaan yang terstruktur, akuntabel, dan sesuai siklus anggaran.
Materi dalam pelatihan ini meliputi : Introduction Integrated Procurement Planning, Procurement Milestone & Scheduling, Budgeting Accuracy & Corporate Compliance, IPS Data Mastery & Material Coding, Strategic Requirement Analysis dengan menghadirkan Narasumber yang ahli dibidangnya dalam hal ini merupakan Subject Matter Expert (SME) PT LPP Agro Nusantara dan Narasumber lainnya.
Program dalam pelatihan ini meliputi beberapa tahapan yakni antara lain :
- Pre-Learning (Pembukaan Program & Pre-Test menggunakan AgroNow)
- In-Class Learning ( Lecturing, Case Study, Group Discussion, Presentation)
- Learning Evaluation (Evaluasi training program & Post-Test menggunakan AgroNow)
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:
1. Memahami konsep dan penerapan Integrated Procurement Planning sebagai bagian dari perencanaan pengadaan yang terintegrasi dengan kebutuhan operasional perusahaan.
2. Menganalisis kebutuhan bahan kimia, material pengolahan, dan suku cadang berdasarkan target produksi, rendemen, serta rencana pemeliharaan dan overhaul peralatan.
3. Menyusun rencana kebutuhan pengadaan tahunan yang selaras dengan jadwal operasional, musim produksi, dan aktivitas pemeliharaan untuk menjamin ketersediaan material secara tepat waktu.
4. Mengelola master data material dan melakukan standardisasi material coding guna meningkatkan akurasi data serta mencegah duplikasi dalam sistem pengadaan.
5. Menyusun estimasi anggaran pengadaan yang lebih akurat melalui survei harga pasar, pemanfaatan data historis, serta pemahaman terhadap siklus penyusunan anggaran perusahaan.
6. Menerapkan prinsip kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan dalam proses perencanaan pengadaan sehingga dokumen dapat diselesaikan dan memperoleh persetujuan sesuai jadwal yang ditetapkan.

