
Yogyakarta, 24 September 2026 – Dalam Upaya memperkuat komitmen memajukan industri kelapa sawit nasional, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jendral Perkebunan Kementrian Pertanian dan PT LPP Agro Nusantara menggelar Konferensi Pers Wrap Up Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2026. Agenda ini berlangsung pada Kamis (24/9) di Lobi Gedung Pusat LPP Agro Nusantara, Yogyakarta.
Program SDMPKS merupakan langkah strategis yang berfokus pada peningkatan kompetensi pekebun sawit swadaya yang tersebar di 26 provinsi penghasil sawit di Indonesia. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan mendasar yang dihadapi pekebun swadaya, seperti tingkat produktivitas, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), akses bibit tersertifikasi, hingga pemenuhan regulasi keberlanjutan.
Komoditas Strategis dan Penguatan SDM dari Hulu ke Hilir
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun Kementan, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., menegaskan bahwa kelapa sawit bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan penopang utama ekonomi nasional dan kesejahteraan keluarga petani.
“Kelapa sawit tidak hanya penggerak ekonomi nasional, tetapi juga penggerak keluarga petani di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk program pengembangan SDM perkebunan lewat pendidikan dan pelatihan. Sasaran penerimanya mulai dari keluarga pekebun hingga pengurus koperasi, di mana jumlah penerima beasiswa dari BPDP saja mencapai 5.000 orang,” jelas Iim.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Penyaluran Dana SDM Perkebunan, Sudi Bawa Suwita, memastikan bahwa BPDP menjalankan penyaluran dana program secara transparan dan akuntabel.
“BPDP memastikan penyaluran dana tersebut dilakukan secara akuntabel. Program penyaluran dana ini salah satunya melalui beasiswa, dan LPP Agro Nusantara adalah salah satu mitra yang bekerja sama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan skill, di mana penguatan SDM dari hulu ke hilir harus berjalan selaras agar mampu bersaing dalam industri global,” ujar Sudi.
Komitmen LPP Agro Nusantara Mengubah Perilaku Kerja di Lapangan
Sementara itu, Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo, menyampaikan bahwa fokus utama LPP Agro Nusantara adalah peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan para pelaku lapangan.
“Yang menjadi salah satu fokus perhatian adalah terkait dengan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dari pihak-pihak yang terkait dengan perkebunan kelapa sawit, misalkan dari pekebun, pekerja, pendamping, hingga koperasi. Hal ini berkaitan langsung dengan peran mereka dalam menjalankan pekerjaan serta mengambil keputusan. Itulah yang menjadi komitmen LPP Agro Nusantara sejak tahun 1950 yang selalu terjun dalam pengembangan SDM,” papar Pranoto.
Beliau mengimbuhkan bahwa indikator keberhasilan pelatihan bukan sekadar penyampaian materi, melainkan perubahan perilaku kerja pekebun di lapangan. Dalam tiga tahun terakhir, LPP Agro Nusantara telah dipercaya menyelenggarakan 211 kelas pelatihan SDMPKS dengan total 6.439 peserta. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mencetak SDM perkebunan Indonesia yang kompeten, produktif, dan berdaya saing tinggi.

